Membuat dan Mengelola Bisnis Kuliner Asian Food di Restaurant

Bisnis kuliner merupakan sebuah peluang usaha yang cukup menjanjikan dan menguntungkan meskipun harus memulainya dengan modal kecil namun memiliki ide serta strategi yang tepat. Alasan saya mengapa saya tertarik untuk membuka usaha di bidang kuliner karena menurut saya, saya punya passion di kuliner. Hobi saya memasak dan saya ingin mengembangkannya lewat usaha bisnis di bidang kuliner. Dan diharapkan kedepannya saya bisa meraih cita cita saya untuk membuka sebuah usaha bisnis di bidang kulinerisasi. Dank berikut addalah strategi atau rencana saya.
Faktor penting dan strategi memulai usaha bisnis kuliner
Setelah modal dana serta kemampuan personal sudah dimiliki, selanjutnya adalah langkah penting yang perlu diterapkan untuk suksesnya sebuah bisnis kuliner dengan mempertimbangkan beberapa aspek berikut ini.

Menentukan lokasi tempat usaha yang strategis
Ini poin yang teramat penting dan mendukung lebih dari 50% akan keberhasilan sebuah bisnis kuliner yang dipilih.Menemukan tempat lokasi usaha yang strategis tidak begitu sulit dengan cara kita peka terhadap situasi serta perkembangan lingkungan sekitar.

Rasa produk yang selalu diingat konsumen
Produk kuliner sangat erat kaitannya dengan rasa dari produk tersebut.
Semakin nikmat dan pas di lidah konsumen, maka bisnis kuliner tersebut berpotensi menjadi ‘pemenang’.
Ketahuilah, pembeli yang membeli produk kuliner biasanya akan membeli lebih dari sekali (langganan).
Apabila mereka suka dengan produk / menu kuliner yang anda jual, maka mereka akan menjadi pelanggan setia anda.
Jadi, untuk memenangkan persaingan bisnis kuliner — yang paling diperhatikan adalah soal RASA.
Sering-seringlah bereksperimen dengan menu yang anda jual, kemudian ciptakan rasa yang paling enak.
Selanjutnya, minta penilaian dari orang-orang terdekat anda (teman, kerabat, kenalan, dll) mengenai rasa dari menu yang anda buat.
Apabila rasa produk anda masih ‘biasa-biasa saja’, maka akan sulit bagi anda untuk memenangkan persaingan.
Sebaliknya, apabila rasanya ‘luar biasa’, maka potensi bisnis anda untuk sukses akan semakin besar.
Selain berekperimen dengan rasa dari menu yang sudah ada, anda juga perlu bereksperimen untuk menciptakan menu-menu baru.
Siapa tahu, menu baru yang anda ciptakan berpotensi laku keras ketimbang menu yang sudah ada.

Intinya, teruslah bereksperimen dengan produk yang anda jual — baik produk lama ataupun produk baru.
Harga yang menyesuaikan persaingan pasar
Persaingan bisnis yang kian ketat, biasanya akan ‘merembet’ ke persaingan harga.
Persaingan harga mengartikan kalau banyak
pebisnis yang berani membanting harga serendah mungkin, agar bisa memenangkan
persaingan.
Bagaimana menyikapi?
Melihat fenomena banting harga yang gila-gilaan, maka tugas anda adalah untuk terus meriset harga pasar dari produk/menu yang anda jual (di tempat pesaing-pesaing anda).
Anda tidak harus mengikuti harga terendah, apabila rasa dari menu yang anda jual ‘luar biasa’ (poin pertama).
Selain itu, harga yang terlalu murah terkesan agak ‘murahan’ dan sangat tidak bagus untuk bisnis anda ke depannya.

Jadi tentukan harga produk kuliner anda menyesuaikan harga pasar, namun hindari mengikuti sama persis dengan harga jual terendah di pasaran.
Sedikit di atas harga termurah tentu tak terlalu buruk.
penyebab bisnis kurang berkembang ialah
a persaingan bisnis semakin ketat, maka mau tak mau anda harus menjadi pemenang — agar penghasilan anda tetap stabil (atau bahkan meningkat).
Apabila anda berfikir santai dan membiarkan pesaing-pesaing anda ‘bergerak’, maka tunggu-lah saat-saat ‘kehancuran’ bisnis anda akan terjadi di depan mata anda.
Jadi tetaplah ‘bergerak’, berinovasi, dan terus melakukan riset terhadap kompetitor anda — agar bisnis anda bisa tetap survive.
